Ilustrasi bintang di langit. [Shutterstock Biarkan aku mencintaimu dalam doa Dalam diam yang ramai di langit sana Biarkan Tuhanku saja yang mendengarnya Bukan kamu, bukan mereka(orang lain) Pra.. Sungguh hatiku selemah itu Ketahuilah pra, kamarku tak pernah rapi, ia selau berantakan Berserakan lantainya penuh dengan kertas-kertas bergambarkan rupamu yang membisu Saban petang kepalaku pening kau ramaikan Oleh cinta yang barangkali telah enggan sebelum dimulai Netra yang saban mengingatmu turut berbuta akan tangisnya Yang barangkali ia lebih gemar untuk lelap Saban malam aku terjaga menyaksikan bintang yang kurangkai persatu Menjadikannya serupa denganmu Tak jarang pula setelahnya aku ditertawakan malam Dipincangkan habis-habisan, namun aku lebih menghiraukanmu Pra.. Barangkali semest...