Beberapa orang memilih untuk terlihat baik-baik saja hanya untuk melindungi dirinya dari perasaan belas kasih orang lain, ingin dipandang bahwa ia sedang tidak memiliki maslah apa-apa, dan banyak lagi hal-hal yang melatarbelakangi keputusannya yang tentunya hal itu dipilihnya karena; yaa.. cukup dia aja yang tahu, cukup dia aja yang menanggung rasa sakitnya, dan cukup dia aja.. Jangan orang lain.
Apakah kamu juga begitu? memilih untuk menyimpan rapat-rapat segala bentuk keluh kesahmu seorang diri? menanggung dan menjawab keresahan itu melalui nalurimu sendiri?
Keputusanmu untuk memilih diam daripada banyak berkata, bukan suatu kesalahan.Kukatakan bahwa, kamu sangat luar biasa, sanggup memainkan peran pada satu tubuh sekaligus. Betapa aku melihatmu di keramaian; hati sembabmu itu, pikrian kacaumu itu tak jarang masih berkeliaran mewarnai gelak tawa di tongkrongan, namun lihatlah, kamu tertawa, hanyut dalam canda tawa di bersama teman-temanmu, nampak seperti tak ada masalah dalam hidupmu, dalam asmaramu, namun sejujurnya hatimu sedang kosong bukan?, ia ingin menjerit sekencang-kencangnya. Melampiaskannya pada gelas yang tertata di atas meja itu, Namun sayangnya dunia tidak menginginkan kamu yang demikian, dunia menginginkan kamu untuk membisu, diam dengan dalih "setelah ini kamu akan baik-baik saja"
Karena memang kamu tidak akan kenapa-napa setelah ini, kamu akan baik-baik saja. Sama halnya seperti hujan, derasnya tidak akan mengguyur bumi selamanya, ada masanya pelangi akan menggantikannya.
renjannaa_

Komentar
Posting Komentar