Langsung ke konten utama

Setelah Ini Kamu Akan Baik-Baik Saja

                                            https://www.pxfuel.com/id/free-photo-oqhxz



Beberapa orang memilih untuk terlihat baik-baik saja hanya untuk melindungi dirinya dari perasaan belas kasih orang lain,  ingin dipandang bahwa ia sedang tidak memiliki maslah apa-apa, dan banyak lagi hal-hal yang melatarbelakangi keputusannya yang tentunya hal itu dipilihnya karena; yaa.. cukup dia aja yang tahu, cukup dia aja yang menanggung rasa sakitnya, dan cukup dia aja.. Jangan orang lain.

Apakah kamu juga begitu? memilih untuk menyimpan rapat-rapat segala bentuk keluh kesahmu seorang diri? menanggung dan menjawab keresahan itu melalui nalurimu sendiri? 

Keputusanmu untuk memilih diam daripada banyak berkata, bukan suatu kesalahan.Kukatakan bahwa,  kamu sangat luar biasa, sanggup memainkan peran pada satu tubuh sekaligus. Betapa aku melihatmu di keramaian; hati sembabmu itu, pikrian kacaumu itu tak jarang masih berkeliaran mewarnai gelak tawa di tongkrongan, namun lihatlah, kamu tertawa, hanyut dalam canda tawa di bersama teman-temanmu, nampak seperti tak ada masalah dalam hidupmu, dalam asmaramu, namun sejujurnya hatimu sedang kosong bukan?, ia ingin menjerit sekencang-kencangnya. Melampiaskannya pada gelas yang tertata di atas meja itu,  Namun sayangnya dunia tidak menginginkan kamu yang demikian, dunia menginginkan kamu untuk membisu, diam dengan dalih "setelah ini kamu akan baik-baik saja"

Karena memang kamu tidak akan kenapa-napa setelah ini, kamu akan baik-baik saja. Sama halnya seperti hujan, derasnya tidak akan mengguyur bumi selamanya, ada masanya pelangi akan menggantikannya. 



renjannaa_










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pra kembali

https://id.wikihow.com/Menyusun-Jigsaw-Puzzle "Pra, Bagaimana menurutmu, indah bukan lukisan puzle itu? warna-warninya menarik, dan aku masih menyukainya, masih sama seperti dua tahun yang lalu, meskipun kini kamu tidak lagi bersamaku", ungkap Ara  Pra yang berdiri di depan Ara menyahuti dengan sedikit tertegun "Iya, Ra, bagus. Tidak ada yang berubah, aku saja yang berubah---" Pertemuan kembali yang tidak pernah dimulai, setelah berpisah tanpa pernah berkabar selama satu tahun, Pra kembali, namun bukan untuk menemui Ara, namun apa yang bisa disangka bahwa takdir mempertemukan kembali mereka berdua, di tempat lukis favorit sekaligus tempat terakhir mereka berjumpa.  Memang semesta terkadang begitu amat sangat rumit prediksinya, seseorang yang dulunya amat sangat dicintai dan telah dipercayai akan menjadi separuh dari hidup seseorang, ternyata diambilnya melalui kepergian, lalu dikembalikannya hanya untuk mengingat kembali kenangan yang telah lampau pergi. 19.01

Tanpa Kejelasan

Picture; pinterest Jadi selamat tinggal yaa Dengan siapapun kamu nanti, aku cuma mau bilang Bahwa yang penting dari suatu cerita adalah titik akhir yang pasti jangan biarkan ia ditulis terus tanpa kejelasan akan berhenti di mana cerita panjang namun tidak menentu, ternyata lebih jahat daripada cerita yang selesai jangan pernah bilang jalanin aja, cuma karena kamu takut buat bilang engga

Kamu dekat namun tak tergapai

 Pra..  Aku sedang melihatmu di sana Memasang mimik muka pasang persis air pantai  Kau memandangku dengan tatap bening seolah ingin meneteskan air mata Pra.. Ada apa denganmu hari ini? sedangkah aku membuatmu terluka? Sedangkah aku mengecewakanmu?  Hidupku tidak semenarik hidupmu, pra. maka jangan kau berantakkan isinya Sungguh aku amat mengagumimu Walau aku tahu kita tak akan pernah Aku mengharapkanmu Walau aku tahu akan hancur karenanya  Pra..  Sungguh jika terluka hatimu, maka terluka pula aku Jika lulu lantah isi kepalamu Maka punyaku telah lebih dulu pecah Aku ingin menggapaimu pra Namun aku menyadari bahwa tidak mungkin Aku ingin menjadi putri bunga yang selalu kau kagumi  Namun bukanlah engkau, akulah yang mengagumimu, biarkan aku saja Maka biarkan aku bahagia Bahagia dengan terus ber-angan Hingga pecah isi kepalaku Hingga terkoyak seluruh jiwa dan nadiku