Langsung ke konten utama

Postingan

Postingan terbaru

Mengutuk Bus Jurusan Jogja

Sepanjang dua ribu dua dua aku mengutuk tiap-tiap bus jurusan jogja yang lewat di depan mata Melihat  mereka sama halnya mendaur ulang ingatan tentang kamu yang melangkah jauh dari bumiku. Sesaknya terasa lekat sampai-sampai merenggut ceriaku. Seperti bocah yang merengek kepada ibunya meminta dibelikan mainan; Aku terus menerus mengulang kalimat itu sampai banjir ingus. Membiarkan jantungku rungsap dilahap kangennya sendiri. Jogja tidak jauh asal kau masih bersamaku. Jogja tidak jauh asal kau masih kekasihku. Dan rindu tidak akan setragis ini kalau kita tidak pernah selesai. Tidak dengan alasan apapun. 

Rindu Itu Urusanku

                                                                             www.malamsendu.com Aku sudah merelakanmu pergi Entah akan dengan siapa tempatmu melabuhkan cintamu kembali, aku sudah tidak ingin peduli Tapi, jangan melarangku jika suatu saat nanti aku rindu Kamu tidak perlu tau, tidak juga harus membalasnya Berbahagia saja dengan dunia barumu Perkara rindu biar kuurus sendiri

Tanpa Kejelasan

Picture; pinterest Jadi selamat tinggal yaa Dengan siapapun kamu nanti, aku cuma mau bilang Bahwa yang penting dari suatu cerita adalah titik akhir yang pasti jangan biarkan ia ditulis terus tanpa kejelasan akan berhenti di mana cerita panjang namun tidak menentu, ternyata lebih jahat daripada cerita yang selesai jangan pernah bilang jalanin aja, cuma karena kamu takut buat bilang engga

Rindu yang Bisu

                                                         Ilustrasi bintang di langit. [Shutterstock Biarkan aku mencintaimu dalam doa Dalam diam yang ramai di langit sana Biarkan Tuhanku saja yang mendengarnya Bukan kamu, bukan mereka(orang lain) Pra.. Sungguh hatiku selemah itu Ketahuilah pra, kamarku tak pernah rapi, ia selau berantakan Berserakan lantainya penuh dengan kertas-kertas bergambarkan rupamu yang membisu Saban petang kepalaku pening kau ramaikan Oleh cinta yang barangkali telah enggan sebelum dimulai Netra yang saban mengingatmu turut berbuta akan tangisnya Yang barangkali ia lebih gemar untuk lelap  Saban malam aku terjaga menyaksikan bintang yang kurangkai persatu Menjadikannya serupa denganmu Tak jarang pula setelahnya aku ditertawakan malam Dipincangkan habis-habisan, namun aku lebih menghiraukanmu Pra.. Barangkali semest...

Kamu dekat namun tak tergapai

 Pra..  Aku sedang melihatmu di sana Memasang mimik muka pasang persis air pantai  Kau memandangku dengan tatap bening seolah ingin meneteskan air mata Pra.. Ada apa denganmu hari ini? sedangkah aku membuatmu terluka? Sedangkah aku mengecewakanmu?  Hidupku tidak semenarik hidupmu, pra. maka jangan kau berantakkan isinya Sungguh aku amat mengagumimu Walau aku tahu kita tak akan pernah Aku mengharapkanmu Walau aku tahu akan hancur karenanya  Pra..  Sungguh jika terluka hatimu, maka terluka pula aku Jika lulu lantah isi kepalamu Maka punyaku telah lebih dulu pecah Aku ingin menggapaimu pra Namun aku menyadari bahwa tidak mungkin Aku ingin menjadi putri bunga yang selalu kau kagumi  Namun bukanlah engkau, akulah yang mengagumimu, biarkan aku saja Maka biarkan aku bahagia Bahagia dengan terus ber-angan Hingga pecah isi kepalaku Hingga terkoyak seluruh jiwa dan nadiku

Setelah Ini Kamu Akan Baik-Baik Saja

                                            https://www.pxfuel.com/id/free-photo-oqhxz Beberapa orang memilih untuk terlihat baik-baik saja hanya untuk melindungi dirinya dari perasaan belas kasih orang lain,  ingin dipandang bahwa ia sedang tidak memiliki maslah apa-apa, dan banyak lagi hal-hal yang melatarbelakangi keputusannya yang tentunya hal itu dipilihnya karena; yaa.. cukup dia aja yang tahu, cukup dia aja yang menanggung rasa sakitnya, dan cukup dia aja.. Jangan orang lain. Apakah kamu juga begitu? memilih untuk menyimpan rapat-rapat segala bentuk keluh kesahmu seorang diri? menanggung dan menjawab keresahan itu melalui nalurimu sendiri?  Keputusanmu untuk memilih diam daripada banyak berkata, bukan suatu kesalahan.Kukatakan bahwa,  kamu sangat luar biasa, sanggup memainkan peran pada satu tubuh sekaligus. Betapa aku melihatmu di keramaian; hati sembabmu ...