Pada malam itu, Antara sunyi dan keramaian, dingin dan kehangatan, untuk kali pertama lensa mataku menatap kagum angkasa beserta cantik rembulannya, menatap kagum nelayan pada gelap malamnya. Tubuh ini menjadi saksi tiap hembus kenikmatan yang disuguhkan malam dengan elegannya. Menatap remang-remang lampu kota yang jauh di sudut sana, menatap perahu yang berlayar mengarungi pantai, dan banyak lagi kecantikan yang kusaksikan dengan cukup pada lensa mata, bukan kamera. Malam itu terlihat ramai dengan lalu lalang kendaraan bermotor, dengan para pedagang kaki lima yang berbondong-bondong mendapatkan secuil penghasilan untuk dapat bertahan hidup, dengan teriakan bapak tukang parkir, dengan kerlap-kerlip bintang, dengan gemericik ombak yang menyapu bibir pantai. Tergambar nampak berisik, namun berisik itu tak mampu mengalihkan kerinduanku terhadapmu, aku masih sepi, pra yang mengusir kebisingan itu dari kepalaku, hanya pra yang membuat kegaduhan di sana, menciptakan drama yang terus men...