Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024
Pagi ini di seberang kamar yang hening dan gelap aku memperhatikan jarum jam yang seolah sedikit aku ingin memarahinya, memarahi detik dan menit yang berlalu, betapa amat sangat ia egois, sedikit sekali kesempatannya. Waktu, yahhh.. waktu, betapa ia sangat cepat sekali berlalu, kemarin aku menantikan hari esok, ketika tibalah hari esok itu, cepat sekali berlalunya, kadang ingin sekali aku menghentikan waktu, ketika itu juga. Aku ingin menikmati lebih banyak waktu, terutama bersama orang yang aku sayang.  Tuhan, aku ingin mengatakan bahwa biarkan aku terjebak pada waktu ini saja, bersama dengannya, tidak ingin berganti orang dan tidak ingin berganti perasaan, tidak ingin merasa bosan, tidak ingin ada pertengkaran, sudah begini saja, aku merasa nyaman. Aku merasa betapa hari-hariku ini dipenuhi dengan cerita dengannya. Namun, namun mengapa kini waktu merenggutnya, secara paksa, bolekah aku memutarnya ke belakang, di mana aku merasa bahagia sekali, menyaksikan gemerlap lampu di malam ...

Mengutuk Bus Jurusan Jogja

Sepanjang dua ribu dua dua aku mengutuk tiap-tiap bus jurusan jogja yang lewat di depan mata Melihat  mereka sama halnya mendaur ulang ingatan tentang kamu yang melangkah jauh dari bumiku. Sesaknya terasa lekat sampai-sampai merenggut ceriaku. Seperti bocah yang merengek kepada ibunya meminta dibelikan mainan; Aku terus menerus mengulang kalimat itu sampai banjir ingus. Membiarkan jantungku rungsap dilahap kangennya sendiri. Jogja tidak jauh asal kau masih bersamaku. Jogja tidak jauh asal kau masih kekasihku. Dan rindu tidak akan setragis ini kalau kita tidak pernah selesai. Tidak dengan alasan apapun.