Pagi ini di seberang kamar yang hening dan gelap aku memperhatikan jarum jam yang seolah sedikit aku ingin memarahinya, memarahi detik dan menit yang berlalu, betapa amat sangat ia egois, sedikit sekali kesempatannya. Waktu, yahhh.. waktu, betapa ia sangat cepat sekali berlalu, kemarin aku menantikan hari esok, ketika tibalah hari esok itu, cepat sekali berlalunya, kadang ingin sekali aku menghentikan waktu, ketika itu juga. Aku ingin menikmati lebih banyak waktu, terutama bersama orang yang aku sayang.
Tuhan, aku ingin mengatakan bahwa biarkan aku terjebak pada waktu ini saja, bersama dengannya, tidak ingin berganti orang dan tidak ingin berganti perasaan, tidak ingin merasa bosan, tidak ingin ada pertengkaran, sudah begini saja, aku merasa nyaman. Aku merasa betapa hari-hariku ini dipenuhi dengan cerita dengannya. Namun, namun mengapa kini waktu merenggutnya, secara paksa, bolekah aku memutarnya ke belakang, di mana aku merasa bahagia sekali, menyaksikan gemerlap lampu di malam hari bersama dengannya, berbagi cerrita, berkeluh kesah, namun semua kini harus berani kujalani sendirri, tuhann. kadang aku lelah, ingin bercerita pada manusia namun sedikit dari mereka tidak pernah ada yang benarr-benar tulus mendengarkan, mereka hanya berpura-pura tuhan. Aku lelah, dengan hidup yang nampaknya tidak seperti perkiraan orang lain padaku, tidak ada yang benar-benar bersedia mendengarkan. Tuhan, aku sendiri di sini, hanya bersama orang-orang yang menyayangiku, bersama ayah dan ibuku. Tidak ada lagi selain meeka yang cintanya benar-benar tulus.
Tuhan. jika boleh pertemukan aku dengan sahabat yang mengajakku pada kebaikan, mencintaikau apaadanya, menyayangiku dengan tulus, tidak meninggalkanku ketika susah, yang selalu ada di sampingku, yang menganggapku seperti aku adalah keluarganya sendiri. Tuhan, kumohon jika boleh.
Komentar
Posting Komentar