SEMANGKUK BAKSO DAN ES JERUK Di malam yang kabut akan riuh pengguna jalan raya pegal-pegal rasanya badan sehabis perkuliahan kantuk mata yang sedetik lagi barangkali rebah Aku memilihmu untuk berlabuh, mengkompromikan perihal cerita hari ini Semangkuk bakso dan es jeruk yang kau sajikan dengan epiknya Menjerebahkan kangen-kangenku yang hampir tangis Menikmati bakso panas sambil bercanda ria Sambil saling pandang jam yang melingkar di pergelangan tangan, Bukan untuk buru-buru pulang, Namun berharap agar waktu berhenti saja di menit ke delapan Agar tidak ada pukul sembilang, sepuluh atau seterusnya Dan aku tahu, Kau pun demikian, Layar ponsel yang tidak ada notifikasi apa-apa sesekali kau mainkan, Tanpa sadar kali ke lima kau menyalakan ponselmu, Aku menebaknya kaupun seperti aku Menatap jam ya...