SECANGKIR COKLAT HANGAT DAN KOPI PAHIT SORE INI
Lihat, Coba lihat dengan netramu
Indah bukan? Senja sedang mengadu dahaga
Memandang kita bak mangsa, Lucu sekali
Namun kita curiga, Kepala kita menerka-nerka
Heyy Tuan, Lihat itu
Sekali lagi coba lihat dengan netramu yang basah peluh
Apa yang kau lihat, Tuan?
Apakah Seonggak nafsu yang sedang menanti untuk luruh?
Tapi untuk sore ini, Aku ingin mengajakmu memilu
Dengan dua cangkir yang sama namun pada rasa yang berbeda
Aku dengan secangkir coklat, kau dengan secangkir kopi pahit
Sama-sama nikmat pada versi masing-masing
Filosofinya, aku membenci secangkir kopimu
Kau beringus dengan secangkir coklatku
Aku heran mengapa kau menyukai kepahitan
Namun kaupun heran mengapa aku menyukai manis
Kau pernah menyinggungku soal diabetes karena manis
Namun aku pun menyinggungmu dengan jantung kronis karena pahit
Pada vase paling menggigil di tengah sore yang hujan
Drama saling menyinggung menjadi topik paling hangat
Kopi dan coklat manis hangat sambil melihat badut menari-nari
Sambil mendebatkan persoalan diabetes ataupun jantung kronis
Tuan, apa kau merasakan kehangatan memeluk tubuhmu?
Apa kau merasakan tiupan udara yang perlahan memasuki urat nadimu?
Kopimu pahit bukan?
Namun kau katakan manis dan paling expresso
Aku menggidik dan menindik netraku hampar tak percaya
Namin tuan begitulah alam, memiliki sudut pandang mengambang
Sidoarjo, 17 June 2022
Komentar
Posting Komentar