HANYA SINGGAH BUKAN MEMILIKI
Sepotong roti ini sengaja kupotong lagi menjadi dua
Meski aku tahu perutku tidak akan kenyang memakannya
Meski aku tahu meyesal akan menghampiri
Tidak mengapa Deer, Roti ini sesungguhnya telah kurelakan untukmu.
Sedari awal telah kusiapkan untukmu
Dengan resiko yang kutahu lambungku akan naik sesudahnya
Sebab porsi yang terlalu minimalis
Tapi untukmu, aku tidak mengapa
Pukul dua belas malam rupanya kau datang deer
mata yang sayu dan agaknya sedikit kantuk
Tanpa menatapku,
"Selamat pagi deer"
Tanpa sahutan, Kau terdiam, mengambang, tenggelam, Aku menyodorkan sepotong roti yang sengaja kusisihkan untukmu
Roti ini penuh syarat namun menjadi tak bersyarat untukmu
Deer, untukmu asam lambungku tidak menjadi masalah
Menetaplah, akan kusuguhkan lebih banyak roti nantinya
Kuyakin, kau akan betah di sana
Hari ini hujan, Kebetulan sekali
Kau bisa agak berlama di sini
Aku berharap agar hujan ini tidak pernah reda, walau resikonya rumahku akan lebur terbenam
Tapi katamu, kau tidak tawar dengan badai dan menggigil, Kau memaksa untuk pulang
Sebab katamu rumahmu merupakan obat untuk dingin yang menggigil, hanya di situ. tidak ada tempat lain.
sidoarjo, 22 juni 2022
Komentar
Posting Komentar