Ilustrasi bintang di langit. [Shutterstock
Biarkan aku mencintaimu dalam doa
Dalam diam yang ramai di langit sana
Biarkan Tuhanku saja yang mendengarnya
Bukan kamu, bukan mereka(orang lain)
Pra..
Sungguh hatiku selemah itu
Ketahuilah pra, kamarku tak pernah rapi, ia selau berantakan
Berserakan lantainya penuh dengan kertas-kertas bergambarkan rupamu yang membisu
Saban petang kepalaku pening kau ramaikan
Oleh cinta yang barangkali telah enggan sebelum dimulai
Netra yang saban mengingatmu turut berbuta akan tangisnya
Yang barangkali ia lebih gemar untuk lelap
Saban malam aku terjaga menyaksikan bintang yang kurangkai persatu
Menjadikannya serupa denganmu
Tak jarang pula setelahnya aku ditertawakan malam
Dipincangkan habis-habisan, namun aku lebih menghiraukanmu
Pra..
Barangkali semesta menyebutnya tidak wajar
Barangkali semesta mengatakan bahwa ini khayalan
Namun aku tetap pada Tuhanku, bahwa engkau akan dihadiahkannya padaku
Tunggu aku pra..
Menyelesaikan tugasku menjadi bulan di angkasa
Akan kusandingi cahayamu yang tak nampak sempurna itu
Sebab kilaunya ada padaku

Komentar
Posting Komentar