Malam ini rindu menempa dadaku
Ia menyapa dalam wujud sesak nan menggelitik
Tiba-tiba ia bertanya pada hati perihalmu " sedang apakah kau di sana?"
"Sedangkah kau baik-baik saja?" "Sedangkah kau merindukanku selayaknya aku merindukanmu?"
Rindu ini ingin rasa kusampaikan namun apalah, rindu ini hanyalah suara tanpa kata. Ia bisu, anak tiri, tak berdaya, hanya sanggup menerima waktu untuk membawanya pulang kembali
Kadang rindu ini rasanya ingin memaksamu untuk di sini
Menemani sisa-sisa waktunya dengan bergumam dan tertawa
Namun rindu ini kini terlampau jauuhh, jatuh dalam samudera yang paling dalam
Rindu ini kini bukan lagi milikku atau milikmu
Rindu ini milik waktu, sebentar lagi juga rindunya akan dikemas olehnya
Terlampau jauh dan tak lagi berbalas, ia terbatas, dan akan tuntas
-ditulismalamharimenjelangtidur

Komentar
Posting Komentar