Senja sore ini bernafaskan keramaian
Peluk dan mendekap pada pundakku yang hampir gugur
Aku menikmatinya, tidak berdua, sendiri saja
Menepi, menyaksikan bayangnya yang hendak berpamit
Kulihat jam tanganku jarumnya menunjuk pukul enam sore
Ingin bergegas, berkemas, dan lekas berpulang pada rumah singgah
Namun warnamu menarik tanganku agar jangan pergi dulu
Kau masih ingin mengajakku bersenda gurau, bernostalgia. Namun aku tidak lagi kuasa
Aku ingin pergi, sebab menikmati keindahanmu sudah vasenya untuk reda
Aku tidak ingin berlama-lama di sini
Tidak ingin dibuai oleh janji yang tidak abadi
Tidak ingin terbuai oleh andai-andai
Senja, kau indah namun aku tidak begitu sanggup melihatmu berpamit
Sebab hatiku sepayah spons yang tidak kokoh pilarnya
Senja, bersamaan dengan berpamitmu, akupun juga akan berpamit
Semoga masih ada hari esok untuk kita bertemu kembali
15:12

Komentar
Posting Komentar