Langsung ke konten utama

Sedangkah Kita Jauh?

 Pagi ini tidak secerah kemarin

Badanku dingin diguyur angin rindu

Meski selimut tebal membungkus sekujurr wajah hingga kaki

Namun angin rindu ini tak sanggup kutepis dengan selimut hangat sekalipun


Siapa lagi tuan jika bukan dirimu

Aku merindukanmu sembari berrrharap kau beri ucap selamat pagi kala dulu

Aku merrindu sembarri berharap kau tanyakan sedang apa aku

Aku merrindu kau tanya sudah makankah aku


Namun harapku hanya sampai pada frasa bahwa engkau sedang memintaku diam sejenak

Engkau sedang ingin berdamai dengan diri sendiri

Engkau masih belum usai dengan dirimu sendiri

Engkau hanya terdiam tanpa sanggup bercerita padaku


Tuan, sedang marah kah engkau?

Atau sedang apa engkau?

Inginku menanyai kabarmu hari ini namun aku takut menggaggu 

Sebab yang kutahu kau sedang kalut di sana


Mungkin aku hanya dapat diam

Menggenggam bayang-bayang erat tanganmu

Merasakan aroma rindu bersama tangis sayu mataku

Aku mencintaimu tuan, meski kita sedang jauh kini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pra kembali

https://id.wikihow.com/Menyusun-Jigsaw-Puzzle "Pra, Bagaimana menurutmu, indah bukan lukisan puzle itu? warna-warninya menarik, dan aku masih menyukainya, masih sama seperti dua tahun yang lalu, meskipun kini kamu tidak lagi bersamaku", ungkap Ara  Pra yang berdiri di depan Ara menyahuti dengan sedikit tertegun "Iya, Ra, bagus. Tidak ada yang berubah, aku saja yang berubah---" Pertemuan kembali yang tidak pernah dimulai, setelah berpisah tanpa pernah berkabar selama satu tahun, Pra kembali, namun bukan untuk menemui Ara, namun apa yang bisa disangka bahwa takdir mempertemukan kembali mereka berdua, di tempat lukis favorit sekaligus tempat terakhir mereka berjumpa.  Memang semesta terkadang begitu amat sangat rumit prediksinya, seseorang yang dulunya amat sangat dicintai dan telah dipercayai akan menjadi separuh dari hidup seseorang, ternyata diambilnya melalui kepergian, lalu dikembalikannya hanya untuk mengingat kembali kenangan yang telah lampau pergi. 19.01

Tanpa Kejelasan

Picture; pinterest Jadi selamat tinggal yaa Dengan siapapun kamu nanti, aku cuma mau bilang Bahwa yang penting dari suatu cerita adalah titik akhir yang pasti jangan biarkan ia ditulis terus tanpa kejelasan akan berhenti di mana cerita panjang namun tidak menentu, ternyata lebih jahat daripada cerita yang selesai jangan pernah bilang jalanin aja, cuma karena kamu takut buat bilang engga

Kamu dekat namun tak tergapai

 Pra..  Aku sedang melihatmu di sana Memasang mimik muka pasang persis air pantai  Kau memandangku dengan tatap bening seolah ingin meneteskan air mata Pra.. Ada apa denganmu hari ini? sedangkah aku membuatmu terluka? Sedangkah aku mengecewakanmu?  Hidupku tidak semenarik hidupmu, pra. maka jangan kau berantakkan isinya Sungguh aku amat mengagumimu Walau aku tahu kita tak akan pernah Aku mengharapkanmu Walau aku tahu akan hancur karenanya  Pra..  Sungguh jika terluka hatimu, maka terluka pula aku Jika lulu lantah isi kepalamu Maka punyaku telah lebih dulu pecah Aku ingin menggapaimu pra Namun aku menyadari bahwa tidak mungkin Aku ingin menjadi putri bunga yang selalu kau kagumi  Namun bukanlah engkau, akulah yang mengagumimu, biarkan aku saja Maka biarkan aku bahagia Bahagia dengan terus ber-angan Hingga pecah isi kepalaku Hingga terkoyak seluruh jiwa dan nadiku