Pagi ini tidak secerah kemarin
Badanku dingin diguyur angin rindu
Meski selimut tebal membungkus sekujurr wajah hingga kaki
Namun angin rindu ini tak sanggup kutepis dengan selimut hangat sekalipun
Siapa lagi tuan jika bukan dirimu
Aku merindukanmu sembari berrrharap kau beri ucap selamat pagi kala dulu
Aku merrindu sembarri berharap kau tanyakan sedang apa aku
Aku merrindu kau tanya sudah makankah aku
Namun harapku hanya sampai pada frasa bahwa engkau sedang memintaku diam sejenak
Engkau sedang ingin berdamai dengan diri sendiri
Engkau masih belum usai dengan dirimu sendiri
Engkau hanya terdiam tanpa sanggup bercerita padaku
Tuan, sedang marah kah engkau?
Atau sedang apa engkau?
Inginku menanyai kabarmu hari ini namun aku takut menggaggu
Sebab yang kutahu kau sedang kalut di sana
Mungkin aku hanya dapat diam
Menggenggam bayang-bayang erat tanganmu
Merasakan aroma rindu bersama tangis sayu mataku
Aku mencintaimu tuan, meski kita sedang jauh kini
Komentar
Posting Komentar