Langsung ke konten utama

Hatiku yang memilih tidak sanggup

Kuceritakan kembali sembari meneteskan air mata kerinduan

Kepadamu tuan, namamu tersemat

Dalam bait doaku pun kalbuku

Berdengung pada gema petangku


Bolekah sejenak untuk kupeluk jiwamu sebelum direnggut pergi

Aku mencintaimu segenap raga dan hatiku menjadi satu

Bahkan jika berkenan janganlah pergi, tuan

Kembalilah dalam dekap sayu-sayu keraguan


Engkau yang mengajarkanku mengenai keikhlasan

Engkau yang membawaku terrbang dan mengenal keindahan

Engkau yang mengajakku mengerti kejujurran

Engkau yang memberiku banyak keindahan warrna pada pelangiku


Tuan jika kau pamit apakah aku akan sanggup

Tanpa melihat kelopak matamu lagi

Apakah aku akan sanggup menatap kekosongan beranda whatsapku

Apakah aku akan sanggup menjalani harri-harriku


Denganmu tuan, hati yang keras ini mencairrr kembali

Denganmu tuan diri yang tak punya rumah ini kembali menemukan tempat singgah

Janganlah sengaja menjauh dariku

Janganlah berpaling darriku, karena aku mencintaimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pra kembali

https://id.wikihow.com/Menyusun-Jigsaw-Puzzle "Pra, Bagaimana menurutmu, indah bukan lukisan puzle itu? warna-warninya menarik, dan aku masih menyukainya, masih sama seperti dua tahun yang lalu, meskipun kini kamu tidak lagi bersamaku", ungkap Ara  Pra yang berdiri di depan Ara menyahuti dengan sedikit tertegun "Iya, Ra, bagus. Tidak ada yang berubah, aku saja yang berubah---" Pertemuan kembali yang tidak pernah dimulai, setelah berpisah tanpa pernah berkabar selama satu tahun, Pra kembali, namun bukan untuk menemui Ara, namun apa yang bisa disangka bahwa takdir mempertemukan kembali mereka berdua, di tempat lukis favorit sekaligus tempat terakhir mereka berjumpa.  Memang semesta terkadang begitu amat sangat rumit prediksinya, seseorang yang dulunya amat sangat dicintai dan telah dipercayai akan menjadi separuh dari hidup seseorang, ternyata diambilnya melalui kepergian, lalu dikembalikannya hanya untuk mengingat kembali kenangan yang telah lampau pergi. 19.01

Tanpa Kejelasan

Picture; pinterest Jadi selamat tinggal yaa Dengan siapapun kamu nanti, aku cuma mau bilang Bahwa yang penting dari suatu cerita adalah titik akhir yang pasti jangan biarkan ia ditulis terus tanpa kejelasan akan berhenti di mana cerita panjang namun tidak menentu, ternyata lebih jahat daripada cerita yang selesai jangan pernah bilang jalanin aja, cuma karena kamu takut buat bilang engga

Kamu dekat namun tak tergapai

 Pra..  Aku sedang melihatmu di sana Memasang mimik muka pasang persis air pantai  Kau memandangku dengan tatap bening seolah ingin meneteskan air mata Pra.. Ada apa denganmu hari ini? sedangkah aku membuatmu terluka? Sedangkah aku mengecewakanmu?  Hidupku tidak semenarik hidupmu, pra. maka jangan kau berantakkan isinya Sungguh aku amat mengagumimu Walau aku tahu kita tak akan pernah Aku mengharapkanmu Walau aku tahu akan hancur karenanya  Pra..  Sungguh jika terluka hatimu, maka terluka pula aku Jika lulu lantah isi kepalamu Maka punyaku telah lebih dulu pecah Aku ingin menggapaimu pra Namun aku menyadari bahwa tidak mungkin Aku ingin menjadi putri bunga yang selalu kau kagumi  Namun bukanlah engkau, akulah yang mengagumimu, biarkan aku saja Maka biarkan aku bahagia Bahagia dengan terus ber-angan Hingga pecah isi kepalaku Hingga terkoyak seluruh jiwa dan nadiku