Kuceritakan kembali sembari meneteskan air mata kerinduan
Kepadamu tuan, namamu tersemat
Dalam bait doaku pun kalbuku
Berdengung pada gema petangku
Bolekah sejenak untuk kupeluk jiwamu sebelum direnggut pergi
Aku mencintaimu segenap raga dan hatiku menjadi satu
Bahkan jika berkenan janganlah pergi, tuan
Kembalilah dalam dekap sayu-sayu keraguan
Engkau yang mengajarkanku mengenai keikhlasan
Engkau yang membawaku terrbang dan mengenal keindahan
Engkau yang mengajakku mengerti kejujurran
Engkau yang memberiku banyak keindahan warrna pada pelangiku
Tuan jika kau pamit apakah aku akan sanggup
Tanpa melihat kelopak matamu lagi
Apakah aku akan sanggup menatap kekosongan beranda whatsapku
Apakah aku akan sanggup menjalani harri-harriku
Denganmu tuan, hati yang keras ini mencairrr kembali
Denganmu tuan diri yang tak punya rumah ini kembali menemukan tempat singgah
Janganlah sengaja menjauh dariku
Janganlah berpaling darriku, karena aku mencintaimu
Komentar
Posting Komentar