Hari Paling Hati-Hati Namun Terjadi
Tuan, hari ini kudapati relung hatiku tersayat
Dengan elok kau ucap selamat pagi namun itu sekadar muslihat
Teruntuk saya, teruntuk dirimu sendiri
Betapa engkau kini telah tak sanggup saya pungkiri
Tuan, mungkinkah engkau tetap menjadi payung saya yang teduh?
Mungkinkah tuan engkau tiada lagi gaduh
Perihal mencintaiku yang benar-benar dan diam
Serta perihal aku yang mencintaimu dengan kepayang
Tuan hari ini kau katakan bahwa asmara sedang kau kesampingkan
Hari ini juga kau robohkan tembok kepercayaanku
Hari ini kau pertegas anganku, bahwa aku hanyalah bunga diam yang kapansaja siap kau hinggapi
Kaulah kupu itu yang terbang bebas, sedang aku hanya mengharap-harap kau kembali
Tuan, benar aku mencintaimu
Namun cinta ini demi sedikit membuatku layu
Kadang aku mempertanyakan, kadar cinta yang kau beri, apakah itu ketulusan?
Tuan, betapa sempurrna kau buat hatiku tersayat hebat
Malam itu Tuan
Aku bersikap bahwa aku tidak apa-apa
Berlaga seperti aku sedang menjadi air tenang, menerima dengan lapang
Namun kau tahu, hatiku sedang remuk seperti dibantai tujuh belatih. Seperti biasa, kau tidakkan paham
Namun biarlah,
Bukankah jatuh cinta adalah kepada siapa kita bersedia untuk patah hati
Resiko ini sedari awal sudah kupersiapkan
Telah aku duga bahwa hal demikian akan terjadi, tinggal menunggu momentnya
Sakit hati ini biarlah kusembuhkan sendiri
Yang aku pinta kepada Tuhan
Jika benar engkau pilihannya untukku, sesulit apapun jalannya akan dipersatukan
Namun jika tidak, semoga pertemuan ini menjadi pelajaran.
1.12
14 januarri 2023
Komentar
Posting Komentar