Ayah..
Kulihat kelopak matamu yang hitam kegelapan
Telapak kaki yang tidak lagi terlihat garisnya
Tangan yang terlihat ruas-ruas tulangnya
Aku melihatmu sebatang kara
Dengan anak dan istri namun kau kepayang
Berlabuh pada samudra yang terbentang namun hanya seorang
Jerit payahmu tak ingin kau bagikan dengan kami
Ayah..
Aku ingin mendengar sekali saja keluhan dari bibirrmu
Aku ingin menatap tangis pada matamu sebab telah kepayang
Aku mengetahuinya ayah, namun aku diam
Aku tahu, bahwa kesakitan itu sejujurnya sedang kau simpan rapi
Di brankas dan hanya kau yang dapat menengoknyaa
Namun ayah, biarkan jika itu pedih limpahkan padaku
Jika tidak pada ibu, biar padaku saja
Ayah..
Aku ingin melihat senyum lebarmu namun bukan tipuan
Aku ingin melihatmu sebagai ayahku, bukan badut
Badut yang menggelitikkan isi kepalaku namun isi kepalamu sedang berantakan
Komentar
Posting Komentar