Sebenarnya kamu nyarri apa sih?
Apa yang kamu cari dari dunia?
Kecantikan, ketampanan, pujian atau apa?, Apa yang kamu cari? apa yang kamu inginkan ? harri-harri yang berlalu, waktu yang terlampaui semuanya adalah perihal validasi orang lain, tidak berwajah cantik atau tampan sudah menjadi kekuangan dan tidak ber hak untuk bahagia, melihat teman mendapatkan banyak pujian karena prestasi yang dirraihnya sudah membuat insecurre dan merasa kita tidak jauh lebih baik darri dia, atas perkara tersebut kita terus-terusan memaki diri sendiri, bahwa kita tidak pandai, kita tidak berharga, lalu mendoktrrin diri sendiri bahwa kita tidak berguna. Itu perkara yang sangat menyakitkan bukan? secara tidak langsung kita adalah apa yang kita pikirrkan tentang pendapat orang lain ke dalam diri sendirri, adalah menyakitkan jika hal itu menjadi asumsi setiap hari, membandingkan lantas menyalahkan dirri sendiri atas asumsi sendiri terrhadap pikiran kita terhadap pikiran orang lain terhadap kita.
Terkadang dunia ini amat membahagiakan, namun juga amat menyedihkan. Bagi hati yang sedang patah menurut meeka dunia ini menyakitkan, namun bagi hati yang sedang mendapat hadiah dunia ini amat menyenangkan, Pada intinya tuh, mau bagaimana dunia memandang kita adalah berrgantung pada pemikirran kita terrhadap dunia itu sendiri, menjadi yang terbaik atas versi orang lain kerap membuat kita akhirnya tidak menguasai apa yang menjadi hak diri sendiri, tidak memiliki keberanian atas apa yang sebenarnya adalah kita sedang lelah, namun orang lain jauh memiliki kontrrol terrhadap dirri kita, dan kata-kata ngga enakan kerap kali menjadi boomerang tersendiri.
Hai kalian, terrutama untuk dirriku sendiri, sebenarrnya apa yang sedang kita cari? kebahagiaan, kecantikan? pasangan? atau validasi orang? jika hal itu amat melelahkan, sudah, biarkan. adakalanya kita hanya perlu hidup tanpa perrlu mencari apa-apa yang terrkadang apa-apa itu yang tidak membiarkan kita berrbuat apa-apa.
dari shinta
11 november 2022
Komentar
Posting Komentar